Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fiksi

Papan Catur (sebuah cerpen)

Djamena pagi ini terlihat sibuk. Semua siswa tengah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas hariannya. Selama menjadi bagian dari Djamena, semua kegiatan harus on time. Tidak boleh ada yang terlambat walau semenit pun. Jadi pagi ini pun sama seperti pagi-pagi sebelumnya, semua warga Djamena sibuk. Ada yang sedang menyetrika baju seragamnya, ada yang sibuk memakai sepatu, ada yang sibuk menyiapkan buku pelajaran untuk sekolah hari ini. Diantara kesibukan orang-orang tersebut, Mutia dengan manisnya duduk tenang dibangku depan kamarnya. Sebuah tas tergeletak di sampingnya dan sepatu serta kaos kaki putih panjangnya sudah membalut kakinya rapi. Ia   sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Namun kegiatan pagi menjadi hal yang menarik baginya. Mutia selalu siap lebih awal untuk pergi ke sekolah dan pergi paling akhir. Ia akan duduk terlebih dahulu di depan kamarnya sambil memperhatikan kesibukan orang lain di pagi hari. Hal tersebut sudah menjadi kegiatan rutinnya setiap hari. Menur...

Cerpen :)

TOCCA By : Hayfa N. Amatulloh Aku melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah baruku. Seminggu yang lalu, Mama memutuskan untuk tinggal di Indonesia setelah berpisah dengan Papa. Tidak masalah bagiku, karena sejak dulu aku selalu penasaran dengan kampung halaman Mama ini. Papa memang asli orang Eropa, dan menikah dengan Mama yang asli orang Indonesia. Kemudian melahirkanku dan tinggal di Italia. Tak heran jika aku memiliki sepasang mata berwarna biru yang pastinya turunan gen dari Papa, dan rambutku hitam panjang bergelombang indah turunan dari Mama. Karena keturunan Asia-Eropa tersebut, seketika aku menjadi pusat perhatian satu sekolahan. Tapi aku tidak mempedulikannya, aku hanya terus berjalan lurus mencari ruang guru. Setelah urusan administrasi selesai, seorang bapak-bapak berkumis tebal mengantarkanku menuju salah satu kelas yang berada di lantai dua, yang akan menjadi kelas baruku. Kebetulan aku cukup fasih berbicara Bahasa Indonesia. Karena Mama selalu mengajakku b...

Kakek Berumur 10 Tahun

Sore ini aku mengantar Randai pergi ke sebuah desa untuk menjalankan tugasnya. Sebagai mahasiswa fakultas hukum, ia merasa jenuh dengan setiap aktifitas kampus. Dan Randai pun memilih untuk   menggunakan waktu luang dengan mencari suasana baru. Setiap sabtu sore dan minggu pagi, ia selalu ke pergi desa kecil ini untuk mengajarkan baca dan menulis anak-anak desa yang tidak mampu untuk sekolah. Dan sore ini Randai mengajakku.