Padahal entah apa yang masih beliau impikan di dunia. Seakan membangunkan di setiap sepertiga malam terakhirnya. Padahal entah apa lagi yang beliau harapkan dalam kehidupan ini, tapi beliau senantiasa menghidupkan saat-saat dimana Allah tiada berjarak sedikitpun dengannya. Dan saat kutanya, jawabannya sungguh membuat aku merasa malu, sekaligus bangga dan bersyukur telah terlahir dari rahim seorang wanita se-shalihah beliau: "Mamah memang tidak punya lagi impian dunia. Tapi mamah tau, impian2 itu ada dalam benak kalian. Maka, sesungguhnya dalam do'a-do'a Mamah, nama kalianlah yg Mamah sebut satu per satu. Supaya Allah mau mewujudkan impian-impian kalian, bahkan bukan hanya di dunia, tapi juga akhiratnya" Oh Mamah, sungguh jauh kualitas dan kuantitas ibadahku dibandingkan dengan kualitas dan kuantitas ibadahmu. Padahal sejuta impian masih menari-nari di pikiranku. Dan diantara tubuh yang senja, Mamah berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpiku itu. ...